Karhutla Tak Kunjung Padam, Kodim 0906/Kukar Berikhtiar Lewat Salat Istisqa

img

Para jamaah saat memanjatkan doa bersama usai pelaksanaan salat istisqa di halaman Makodim 0906/Kukar. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Ketika api masih terus muncul di tengah kemarau yang melanda Kutai Kartanegara (Kukar), ikhtiar untuk mengatasinya dilakukan dari dua arah. Selain upaya pemadaman dilakukan berbagai pihak di lapangan, Kodim 0906/Kukar juga melaksanakan salat istisqa dan doa bersama, memohon agar hujan segera turun dan karhutla yang terjadi dapat berakhir.

 

Salat istisqa tersebut digelar di halaman Makodim 0906/Kukar pada Minggu (30/8/2026).

 

Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar, jajaran Polres Kukar, DPRD, tokoh agama, organisasi masyarakat hingga unsur masyarakat.

 

Salat istisqa sendiri merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin yang dilakukan ketika terjadi kekeringan dan hujan sangat dibutuhkan.

 

Melalui salat dan doa bersama, masyarakat memohon kepada Allah SWT agar hujan diturunkan sebagai rahmat dan membantu mengatasi kondisi kekeringan yang sedang terjadi.

 

Di tengah kondisi tersebut, kegiatan yang digelar Kodim 0906/Kukar tidak hanya menjadi momentum untuk memanjatkan doa.

 

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla membutuhkan ikhtiar bersama, baik melalui langkah nyata di lapangan maupun kepedulian masyarakat dalam mencegah kebakaran.

 

Komandan Kodim (Dandim) 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman mengatakan, salat istisqa digelar karena kondisi karhutla yang terjadi saat ini membutuhkan dukungan dari berbagai bentuk usaha.

 

Ia menjelaskan, penanganan karhutla secara langsung selama ini terus dilakukan pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan BPBD. Namun, kondisi kemarau membuat tantangan di lapangan semakin besar.

 

“Salah satu upaya, selain kita sudah melaksanakan upaya lahiriah, di mana Pemda, TNI dan Polri bersama BPBD juga sudah melaksanakan upaya-upaya dan langkah-langkah pemadaman,” ujarnya.

 

Karena upaya pemadaman tetap memiliki keterbatasan, terutama saat berhadapan dengan kondisi lahan gambut dan minimnya sumber air, ikhtiar kemudian dilengkapi dengan doa.

 

“Selain itu, kita juga berupaya secara batin dan melalui jalur langit,” lanjutnya.

 

Ia berharap hujan segera turun di wilayah Kukar sehingga membantu proses pemadaman sekaligus mencegah karhutla semakin meluas.

 

“Harapannya, hujan dengan salat istisqa dan doa bersama ini segera diturunkan di wilayah Kukar, sehingga kebakaran hutan tidak meluas lagi, segera bisa dipadamkan dan berhenti,” harapnya.

 

Ia turut menjelaskan persoalan di lapangan yang memang tidak sederhana. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Sangasanga, yang memiliki kawasan lahan gambut.

 

Ia mengatakan, dirinya sempat berada di lokasi selama hampir sepekan untuk melihat langsung penanganan kebakaran.

 

“Kondisinya memang lahannya gambut, sehingga sudah disemprot, di atas sudah padam, namun di bawah begitu angin kencang ini timbul lagi,” jelasnya.

 

Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pemadaman berulang. Ketika angin kembali bertiup, titik yang sebelumnya telah ditangani dapat kembali memunculkan api.

 

“Ditambah dengan sumber air yang kita sudah masuk musim kemarau ini, sulit mencari titik-titik water supply. Sehingga itu yang menjadi kesulitan,” ungkapnya.

 

Medan di kawasan gambut juga membuat proses penanganan semakin berat. Petugas harus berhati-hati ketika memasuki lahan karena kondisi tanah yang dalam dan rawan.

 

Meski menghadapi berbagai kendala, penanganan tetap dilakukan secara bersama-sama.

 

“Begitu muncul, langsung kita padamkan. Muncul lagi, kita upayakan padam seperti itu, supaya tidak menyebar luas,” kata dia.

 

Namun, upaya penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan. Ia meminta masyarakat ikut berperan dalam mencegah munculnya titik api baru.

 

Ia mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal sederhana seperti membuang puntung rokok juga diminta menjadi perhatian karena dapat memicu kebakaran ketika kondisi sekitar kering.

 

“Yang paling sering terjadi, lupa pada saat membuang puntung rokok. Nah, ini kadang-kadang pada saat buang rokok itu tidak sampai padam, sudah dibuang. Ini banyak terjadi di pinggir-pinggir jalan kalau kita lihat,” ujarnya.

 

Menurutnya, mencegah munculnya sumber api baru merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan masyarakat secara langsung.

 

“Jadi sama-sama kita bahu-membahu, seluruh masyarakat, dengan cara tidak membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengatakan kegiatan salat istisqa yang digelar Kodim 0906/Kukar menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar menghadapi kekeringan dan karhutla.

 

Ia menyebut, ikhtiar serupa sebelumnya juga dilakukan melalui Polres Kukar. Pemerintah Kabupaten Kukar selanjutnya akan menggelar salat istisqa di Kantor Bupati Kukar.

 

“Kita berharap mudah-mudahan rangkaian ikhtiar kita yang sudah kita laksanakan, baik kemarin melalui Polres Kukar, hari ini Kodim, Insyaallah nanti juga akan dilaksanakan di Kantor Bupati. Kita juga akan melaksanakan,” ujarnya.

 

Menurutnya, rangkaian ikhtiar tersebut diharapkan menjadi perantara agar persoalan kekeringan dan karhutla yang terjadi di Kukar segera teratasi.

“Ini mungkin tadi perantara ya, sehingga bencana kekeringan dan karhutla segera teratasi,” pungkasnya. (Kriz)